StepbyStepandQuick : Tata-Titi-Tentrem-KastoRaharja-GemahRipahLohJinawi
My Mission TO RAISE THE LEVEL OF INDONESIAN DIGNITY
*: Warna-Warni Kepemimpinan

Warna-Warni Kepemimpinan

" Brown (2001) menjelaskan bahwa ketika para ilmuwan mengasumsikan bahwa hanya ada satu gaya kepemimpinan terbaik, Fiedler mengajukan model di mana efektivitas pemimpin tergantung kepada situasi yang dihadapinya. Atau jika ada kecocokan antara gaya kepemimpinan dengan situasi yang mendukung atau disebut dengan control situasi (situational control) "

“Di waktu penuh kekacauan, itu adalah kesempatan terbaik bagi siapa saja yang dapat memahami, menerima dan mengeksploitasi realitas baru ini: Di atas segalanya, ini adalah waktu dan kesempatan yang terbaik bagi kepemimpinan” (Falk, 2003).

“Tindakan yang anda ambil dalam tiga bulan pertama akan sebagian besar menentukan apakah anda sukses atau gagal dalam jangka panjang,” kata Watkins (2004).

Gaya kepemimpinan berupa perintah (directing leadership style) dipakai oleh pemimpin ketika hubungan pemimpin dan pengikutnya buruk dan posisi pemimpin kuat. Sedangkan gaya kepemimpinan mendukung (supporting style) digunakan jika bawahan telah memiliki pendidikan formal, dan struktur tugas sederhana dan dilakukan berulang-ulang, atau dinamakan tugas rutin (Pechlivanidis dan Katsimpra; 2004).

Agar sukses menjadi seorang pemimpin, Emiliani (2003) menawarkan beberapa kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin: Keahlian kepemimpinan, berpikir analitis, kemampuan komunikasi, kemampuan pengambilan keputusan, membangun hubungan, melakukan perencanaan strategis, dan memiliki kecerdasan emosi.

Jack Welch (2004) mantan CEO General Electric menegaskan hal ini, “Mereka (para pemimpin) harus berkomunikasi. Anda harus selalu berkomunikasi dengan karyawan agar mereka menghentikan perasaan buruk yang ada pada diri mereka.

”Brightman (1999) menawarkan kepada pemimpin cara pandang alternatif terhadap suatu organisasi. Dia menyarankan karena sukses suatu organisasi dibangun atas dasar partisipasi dan kerja yang baik dari karyawannya, sebaiknya organisasi dipandang sebagai sebuah negara. Dengan demikian anggota negara itu akan melakukan organizational citizenship yang didefinisikan sebagai komitmen sukarela yang konsisten terhadap tujuan, metoda, sukses sebuah organisasi.

Bennis dan Nanus dalam Morden (1997), mengidentifikasi kualitas kunci kepemimpinan sebagai berikut: • Kesadaran pada diri sendiri, meningkatkan pengetahuan diri, dan kesadaran terhadap keterbatasan diri sendiri dan orang lain;• Ketekunan pribadi dan komitmen;• Keinginan dan kemauan untuk selalu belajar;• Kemampuan mengenali, belajar, dan mencari hikmah dari kegagalan dan kesalahan;


Tidak ada komentar:

 
**** Transform and Expand ****
indonesia_flag.gif
Dilarang Korupsi Aku Nggak Korupsi INDONESIA BLOG DIRECTORY Jangan asal copy paste ya..
/*
*/
Seberapa pentingkah anda pada puncak kehidupan/karir anda bagi orang lain ?..............................Marilah Menuju Kebahagiaan......Marilah Mencapai Kemenangan...................Sukses dan TETAP SEMANGAT !!!.......... ........, biasakanlah untuk MEMULAI SALAM bila bertemu orang, supaya terlepas dari sifat SOMBONG DAN TAKABUR..., Deskripsi yang kuat dan hidup diawali dengan pertanyaan APA, SIAPA, MENGAPA, KAPAN, DDIMANA, BAGAIMANA dan menerapkan konsep 'LUKISKAN, BUKAN KATAKAN'....

Jika ada kemauan PASTI ADA JALAN,jika belum...
...Buatlah jalan!

*/ **** HANYA PADA YANG BERANI KEAJAIBAN TERJADI,Berani gagal............Manunggaling Kawulo Gusti... ****We Do For My People [ Increase,Enhance and Strengthening ]
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Welcome To The Personal Blog indonesia_flag.gif indonesia_flag.gif indonesia_flag.gif
LOOK-THINK(strength+opportunity+commitmen)-ACT-RESULT
..

..


* Menyejahterakan * Membahagiakan * Mencemerlangkan *
..

..


...........Prestasi, Kekayaan, Pendidikan, Martabat, Lingkungan, Teman dan Solusi apakah menjadi ciri untuk kepemimpinan kita? Sangatlah relatif untuk mengukur dari hal tersebut, banyak patokan banyak hal yang sangat menentukan, tetapi ada satu hal kita lihat dari visi hidup dan seberapa banyak perilaku pemimpin selama hidupnya bagi kebanyakan orang Bagaimana dengan komentar anda............. ? Menjadi pribadi yang punya karir cemerlang merupakan keinginan banyak orang. Bagaimana cara untuk merealisasikan hal tersebut terkadang membutuhkan kesabaran yang tinggi. Jatuh-bangun merupakan hal yang biasa asalkan jatuhnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit, mimpi yang besar harus diawali usaha-usaha yang kecil lebih dahulu. Tidak akan mungkin membangun mimpi yang besar tanpa diawali adanya pondasi lebih dahulu. Usaha-usaha yang kecil yang berdampak nyata dan realistis haruslah menjadi prioritas terlebih dahulu. Pohon beringin akan tampak 'sejahtera' bagi lingkungan sekitarnya setelah membutuhkan waktu dan terpakaan kehidupan yang lama. Bangunlah sebuah impian yang besar dengan waktu sesingkat-singkatnya, karena impian Anda akan kemudian membangun pribadi dan kehidupan Anda. Jangan pernah melakukan apa pun yang tidak memiliki ukuran-ukuran yang besar di masa depan. Apa pun yang Anda kerjakan dan apa pun cara yang Anda gunakan – harus menjadikan Anda seorang pribadi yang kuat, yang berwenang, dan sejahtera. Tentunya usaha - usaha tersebut tidak terlepas dari diri sendiri, bantuan orang lain dan bantuan Tuhan. Terus dan teruslah berusaha agar secepatnya impian itu sudah ada didepan mata.