"Ji, lakukan saja aktifitas 'ngesek' agar rasa malas itu hilang.........., Ji, cari suasana baru untuk hilangkan penat agar rasa malas......, Ji, lakukan olahraga agar sehat badanmu, sehat pula mentalmu........., Ji, makanlah dan minumlah yang membuat 'waras-seger' badanmu.........., Ji cobalah fly dan ke diskotik berkaraoke dengan cewek-cewek yang 'kece dan semlohe' agar rasa malas itu hilang.................................", demikian sedikit saran ketika rasa malasku menyerang rutinitas aktivitas hidup.
Mengapa bisa malas ? Alasannya bermacam-macam. Bisa jadi Anda malas karena kurangnya motivasi, tidak merasa perlu, tidak merasa harus atau merasa kurang bermanfaat. Bisa juga karena Anda sudah bosan, jemu, lagi stress, sedang marah atau sedang tidak mood. Atau barangkali juga disebabkan oleh fisik kita yang sedang lelah, lemah, loyo atau kurang stamina. Semuanya bisa membuat kita malas.
Rasa malas memiliki 'saudara' yang disebut 'menunda'. Tidak jelas siapa yang 'lebih tua', yang pasti keduanya sangat berkaitan. Bisa jadi Anda menunda suatu pekerjaan karena malas. Tetapi bisa juga Anda merasa malas karena telah menunda (merasa terlambat atau kehilangan momentum).
Orang yang suka menunda biasanya selalu punya jawaban atau alasan penundaannya misalnya : "Saya akan melakukannya besok", "Nanti saja", "Lain kali saja ya", "Saya sibuk sekali hari ini" atau "Nanti kalau saya punya cukup waktu" dan sebagainya. Padahal yang seharusnya adalah "Lakukan saja sekarang", "Just Do It" atau Act TNT (today not tomorrow).
Dari sekian saran yang paling manjur untuk mengubah mental kita, 'Ji, sering-seringlah berusaha berbicara dengan diri sendiri, syukur dengan dibarengi imajinasi agar kita dapat berguna untuk orangtua kita, anak, istri dan sesama....... Ji, janganlah lupa jikalau kamu mempunyai nazar/janji itu akan semakin memantapkan menghapus semua rasa malasmu........'.
Semoga sukses melawan rasa malasmu teman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar