Sesungguhnya kita sedang mencari seorang pahlawan bagi diri kita. Kita membutuhkan seseorang untuk kita hormati. Anak-anak tanpa pahlawan sedikit sekali yang akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan. Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi. Mereka membutuhkan seorang kuat, yang bersamanya - mereka merasa terlindungi. Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka membutuhkan seorang teladan. Mereka anak-anak kita itu – lebih membutuhkan seorang pahlawan untuk mereka teladani, dan bukan seorang kritikus yang semena-mena merendahkan diri-diri kecil yang tidak terlindungi itu – hanya karena yang lebih tua itu – mampu mendatangkan penyiksaan yang tak terlawankan. Jadilah diri kita orang tua yang mencontohkan kegembiraan dalam memenangkan kualitas kehidupan yang baik, agar anak-anak kita juga bersemangat menjadi diri mereka dengan tumbuh yang sehat, cara pandang yang jernih, dan pemikiran yang cemerlang. Bagi seorang anak, tidak ada seorang pahlawan yang lebih agung daripada seorang dewasa yang berlutut membantunya, dan berbisik “Ketahuilah bahwa aku sangat menyayangi mu”."Jadilah orang tua yang selalu mengasihi anak-anaknya dengan tulus" agar tidak terbatalkannya doa dari anak-anak kita yang sholeh.
Karena doa dari anak yang sholeh adalah : "Ya Tuhan ku Yang Maha Pengasih, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihaniku diwaktu aku masih kecil".
Karena doa dari anak yang sholeh adalah : "Ya Tuhan ku Yang Maha Pengasih, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihaniku diwaktu aku masih kecil".


Tidak ada komentar:
Posting Komentar