....... ’Bunuh saja bapak-ibumu jika kamu memaksa untuk kuliah, kalau mau kuliah ya... sebaiknya sambil bekerja’ , demikian kalimat yang disampaikan ketika hasrat yang kuat untuk melanjutkan kuliah timbul......
Oleh : Ir. Setiaji, MKom
Roda nasib menggelindingkan dirinya untuk menjadi pengangguran di tahun 1989. ia sadar bahwa gaji bapaknya yang kopral yang harus menghidupi 3 anak lelaki dan 3 anak puterinya. Nampaknya ia begitu kecewa, apalagi ketika sering kumpul dengan oneng anak tetangga yang juga seorang mahasiswa. Kata mbah darmo, ’jangan kumpul sama pengangguran itu nanti kamu jadi bodo’. Seringkali ia pergi memancing ketika rasa stress tiba.
Kadang ia melakukan puasa hingga berhari-hari untuk memohon petunjuk arah kehidupan dari Sang Penciptanya.....
Pelajaran 6 :
Kadang perlu pula pencari ’pengalih perhatian’ dari kehidupan sehari-hari yang membosankan, mengapa ? agar kita tidak terlalu stress.
’Sudah ditekuni saja, nanti sambil kuliahkan ada perubahan nasib, jadikan saja ini batu loncatan, yang dibutuhkan hanya rasa ketahanmalangan yang kuat, apalagi bapakmu ini pas-pasan’, dikatakan bapaknya ketika ia mendapat tawaran tenaga paruh waktu marketing dan portir-parkir di yayasan yang mengelola event hiburan.
Pelajaran 7 :
Sering orang tua lebih mampu melihat cakrawala yang lebih luas, oleh karenanya ketika orang tua memberi nasehat perhatikanlah......
Dengan pangestu bapak dan ibunya namun tetap sedih, akhirnya wejangan itu diterimanya, dan akhirnya dengan ihtiar yang kuat pendidikan diploma dan sarjana dapat diraihnya. Ketika umur 26 tahun, ia mulai bekerja sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi di Semarang. Baginya ini pengalaman yang menyenangkan sekaligus membingungkan, berbagai kepengurusan organisasi sosial-politikpun dipegangnya.
Pelajaran 8 :
Begitu kesempatan datang, termasuk kesempatan memimpin harus dimanfaatkan untuk belajar sebanyak-banyaknya. Jika tidak kesempatan itu mungkin tidak pernah lagi mendatangi anda.
Pertama kali kerja, entah karena apa, rasanya sulit ia mempercayainya, apa ya harus ’doa terus’ ? demikian dugaannya. Sempat ia melihat wajahnya dicermin ’ah.....nggak jelek-jelek banget, malah ada lho....aura nggantengnya....’, demikian ia mencoba mencari sebab mengapa bingung pada dirinya.
Pelajaran 9 :
Jangan terlalu memandang rendah diri anda, anda adalah orang yang memiliki pesona sendiri, anda unik, anda berharga, oleh karenanya jangan lupa selalu bersyukur pada Sang Pencipta......
Melalui seleksi yang ketat di tahun 1999, ia diberi kesempatan melanjutkan pendidikan pasca sarjana S-2 di Jakarta dari tempatnya dia bekerja. Ia lulus dan lancar mengikuti perkuliahannya. Pengalaman perjalan yang lucu-lucu mengiringi perjalanan semarang-jakarta beserta dengan 20 teman lainnya.
Pelajaran 10 :
Jangan pernah berhenti berharap, akhirnya kesempatan itu pasti datang
’..............Menungsa sing untung yoiku menungsa sing tansah eling lan waspodo’, pitutur becik yang dikenal dalam budaya jawa melekat dalam benaknya. Dengan melalui doa yang rutin setiap habis sholat, allhamdulilah ia bisa menjalani tahapan nasib yang harus dilaluinya.
Pelajaran 11 :
Doa yang tidak pernah berhenti adalah jalan pasti menuju kesuksesan, Namun sayangnya banyak diantara kitaberhenti berdoa ketika tidak ada tanda-tanda bahwa doanya akan terkabul. Yang sering terjadi andaikata kita tekun lebih sedikit saja, apa yang kita impikan akan terwujud.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar