....... roda nasib baik menerpanya lagi, melalui ajang seleksi CPNS yang ketat, yang semula hanya coba-coba mengikuti tes CPNS, malah menjadikannya ia diterima sebagai ’abdi negoro’ dan ditempatkan di Jakarta. ’.......dasar wong ’ndeso’ lha.. jadi ’piyayi’ lha kok malah bingung, mumpung belum kawin..............’, demikian teman-teman kampungnya berceloteh............
Oleh : Ir. Setiaji, MKom
Walaupun berat tetapi sedih karena harus meninggalkan kota dan profesi yang sudah disenanginya akhirnya ia harus mengambil keputusan. ’Setahun pertama kamu akan rekoso......, tapi setelah itu ........’, demikian nasehat yang dikatakan Pak Haneng tetangga yang sudah PNS itu. Dorongan yang kuat dari ’keluarga kopral’ yang tak pernah berhenti untuk maju, akhirnya dengan semangat ’perubahan’ ia melangkahkan kaki menginjak Ibukota Jakarta. Setahun telah dilaluinya di Jakarta, ’......kalau kamu disana jangan lupa cari ’vitamin’ dengan memanfaatkan pengalamanmu, supaya hidup bisa lebih hidup............................................’, kata salah satu rekan kerjanya dulu.
Dengan bekal pengalaman dari daerahnya iapun melamar sebagai pengajar di berbagai Perguruan Tinggi, dan hasilnyapun tidak sia-sia, ia dipanggil untuk mengajar di berbagai tempat. ’Vitamin’ itu akhirnya ia dapatkan ketika kejenuhan di tempat kerja birokrat mencapai puncaknya, ia dengan mengajar di kelas kemudian memilih mahasiswinya yang cantik dan seksi untuk mengerjakan tugas di depan kelas, suasana pembelajaranpun menjadi sehat, segar, dan menyenangkan.......................................’
Singkat cerita, dengan ’dimakcomblangi’ teman, ia langsung berkeluarga dengan cewek ’bahenol’ yang berprofesi di bidang farmasi . Tanpa nyombong kok ya kebetulan.........., anak perempuannya cantik. Wejangan dari bapaknya selalu diingatnya, ketika suatu saat berkunjung ke toko buku ia berfikir ’ Ah....bukunya begitu banyak, jika aku kuasai buku-buku itu, niscaya aku akan hebat......’.
Dikutinya seleksi 'empat kriteria ' sebagai jalan memperoleh beasiswa ditempat kerjanya, hasilnyapun tidak sia-sia, ia dinyatakan lulus untuk memperoleh beasiswa dari kantornya. Dengan semangat ’perubahan’ iapun berencana melanjutkan studinya ke program doktor di sebuah Universitas Negeri yang ternama di Jakarta. Ia berfikir,’.........pendidikan itu mahal, tetapi akan lebih mahal akibat dari tidak berpendidikan..........’.
Pelajaran 12 :
Jika anda ingin menjadi pemimpin yang sukses, anda harus menjadi pembaca yang rakus, mengapa? Karena dengan membaca buku, anda akan ’men-download’ pemikiran terbaik dari penulisnya. Jika itu anda lakukan terus anda akan sukses.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar