'......Dawa ....Ireng.....Pucuke Abang.....' inilah kata-kata ger-geran yang sering diucapkan teman-teman dahulu ketika melewati masa-masa kebersamaan. Masa kecil yang lucu itu tiba-tiba muncul dalam bayangan di kehidupan dewasaku, sebagai anak yang terlahir dari keluarga 'anak kolong' terbiasa agak bandel karena merasa dilindungi oleh bapaknya yang biasa kelihatan 'kereng' dengan atribut seragam ijonya. Peristiwa ini terjadi ketika aku menginjak usia 14 tahun, seperti biasa bersama-sama teman-teman sebaya main bersama-sama anak komplek, waktu itu terasa udara panas lagi menyengat, kamipun sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, wajarlah kalau kami kelihatan 'keling' melengkapi khas kebandelan kami, terbiasa keluyuran bersama akupun dengan teman-teman biasa mandi di sungai walaupun kadang tanpa sengaja badan kami dihisap lintah , seperti biasanya begitu siang hari panas, kami langsung berusaha mencebur kesungai tempat kami bermain dan berenang. Tetapi siang itu sungai lagi dalam keadaan surut sehingga niat itu kami urungkan. Salah satu dari teman-teman memberikan usul, ji... gimana kalau kita mandi dan berenang dikolam tugu muda, aku berkata, apa boleh ? itu khan kolam, taman dan prasasti simbol perjuangan di tengah kota ? terus kemana lagi teriak teman menimpali...............? karena siang itu semakin terik, maka secara aklamasi kita sepakat untuk tetap menuju ke kolam di tengah kota itu. Begitu lihat air mancur yang jernih itu kamipun secara spontan melepas baju , memelorotkan celana dan berbugil 'konthal-kanthil' dengan bergaya ala 'tarzan kota' bercebur ria tanpa rasa malu kalau bagian intinya kelihatan, teriknya matahari terhapus dengan segarnya pikiran dan tubuh yang bersukaria dalam air, Rupanya tanpa sepengetahuan kami............., diam-diam..........kami diawasi oleh beberapa satpol PP, dengan santainya mereka ngerjain kita, ..........salah satu anggota satpol PP yang berpakaian preman mengambil satu-persatu celana kita yang kita taruh di beberapa pohon taman dan ........kamipun waktu itu tidak mengetahuinya.
Tiba-tiba saja............... ,Priiiiiit..............Priiiiit.........dan Priiit, sambil mengacungkan tongkat kayu beberapa satpol PP berusaha mengejar kita, spontan kami dengan kondisi inti kami yang 'gondal-gandul' mencari celana kami......... tetapi yang didapatkan cuma kaos doang....., dengan telanjang bulat kamipun melompat pagar dan berlari ke jalan raya di sekitar tugu muda..................., walaupun sudah ditutupi kaos tetapi masih saja 'mobat-mabit'........., dan rada-rada megap-megap nafas kami....... akhirnya kami harus melewati keramaian pasar bulu untuk menuju komplek kami, dengan menggunakan kaos untuk menutupi 'burung' kami................... sorak-sorai disertai tepuk tangan yang riuh beberapa tukang becak yang lagi pada mangkal di pasarpun riuh..........melihat kondisi kami,........ seorang ibu yang berbelanja berkomentar, 'tole-tole.....lewat pasar kok karo ngewer-ewer pamer manuke....ya ?' teman kamipun ada yang nyletuk, nggak apa bu dimaklumi masih manuk empriiiit...........seketika kamipun malu dan tertawa...........
Tiba-tiba saja............... ,Priiiiiit..............Priiiiit.........dan Priiit, sambil mengacungkan tongkat kayu beberapa satpol PP berusaha mengejar kita, spontan kami dengan kondisi inti kami yang 'gondal-gandul' mencari celana kami......... tetapi yang didapatkan cuma kaos doang....., dengan telanjang bulat kamipun melompat pagar dan berlari ke jalan raya di sekitar tugu muda..................., walaupun sudah ditutupi kaos tetapi masih saja 'mobat-mabit'........., dan rada-rada megap-megap nafas kami....... akhirnya kami harus melewati keramaian pasar bulu untuk menuju komplek kami, dengan menggunakan kaos untuk menutupi 'burung' kami................... sorak-sorai disertai tepuk tangan yang riuh beberapa tukang becak yang lagi pada mangkal di pasarpun riuh..........melihat kondisi kami,........ seorang ibu yang berbelanja berkomentar, 'tole-tole.....lewat pasar kok karo ngewer-ewer pamer manuke....ya ?' teman kamipun ada yang nyletuk, nggak apa bu dimaklumi masih manuk empriiiit...........seketika kamipun malu dan tertawa...........


Tidak ada komentar:
Posting Komentar