Nilai-nilai strategis dibagi dalam tiga pilar, logis (masuk akal), passion (kecintaan) dan ethics (etika, pribadi dan integritas). Contoh apabila kita melihat orang pandai menganggur apa yang harus kita lakukan : pertama adalah minta ilmu /logis, persuasi tidak sama dengan konseptual atau analisis, langkah yang harus dilakukan adalah MULAILAH DARI YANG DIKETAHUI ORANG, TIDAK TERGESA-GESA, MENGIJINKAN ORANG JADI DIA, TIDAK BOLEH BERPERILAKU SEBAGAI PEMIMPIN, HINDARI KALIMAT MENURUT SAYA, PELAJARI YANG DIINGINKANNYA. Visi adalah gambaran mental tentang kita menjadi apa dimasa depan (jujur, sejahtera, menghasilkan.......), kedua adalah tanya atau mengobrol /passion. Persuasi pembangun kekuatan logika dengan kekuatan semangat, contoh : KEBODOHAN YANG YAKIN AKAN MENGALAHKAN KEPANDAIAN YANG RAGU-RAGU, KITA SUDAH MEMILIKI UNTUK BERHASIL YANG KURANG ADALAH PENGGUNAANNYA, PUBLIC SPEAKING DENGAN MEMBANGUN ILMU, MENIRU , MENUNJUKKAN KECINTAAN PADA ILMU, SEMANGAT ITU MENULAR, kualitas dari persuasif/kasih sayang adalah GIVE snd RECEIVING, dan ketiga adalah ambil dan baca bukunya /ethic. Ethic adalah pribadi yang fair (punyakku-punyakku, punyakmu-punyakku), dan pribadi yang benar, santun, contoh dalam kasus sehari-hari adalah Perusahaan tempat bekerja tidak dicintai sebagai tempat pegangan hidup (tidak bisa!!), Biasanya dalam budaya kita yang sering adalah dipaksa atau terpaksa /emergency untuk menjalankan suatu perencanaan atau persuasi yang dilakukan dengan ancaman. Biasakan berfikir logis dengan cara visualisasi, contoh coca cola, isi, putar setengah, sepertiga dan sempurna, bila terjadi tumpah maka dikategorikan dalam pribadi konseptual sebaliknya teknis analisis.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar