Pertanyaan apa itu kebahagiaan selalu mengitari pikiran saya. Saya melihat banyak orang yang hartanya berlimpah, namun menjadi khawatir. Ada yang khawatir ketahuan dari mana di dapat hartanya itu, ada pula yang takut nilai hartanya akan jatuh. Jadi harta tidaklah menjamin kebahagiaan. Lalu apa sebenarnya kebahagiaan—yang sederhana—itu?
Kebahagiaan adalah kegembiraan dalam rasa damai yang penuh kesyukuran, Apakah orang-orang yang berfoya-foya, konsumsi narkoba, itu berbahagia? Mungkin mereka gembira pada saat mabuk. Tetapi sesungguhnya mereka sedang menukarkan kebahagiaan sebenarnya dengan kegembiraan sementara. Apakah orang-orang kaya yang sombong dan kikir bahagia? Mereka tidaklah hidup dalam penuh kesyukuran. Tidak pula mereka hidup dalam rasa damai. Mereka awalnya berpikir bahwa mereka akan dapat berkuasa dengan hartanya, tetapi sesungguhnya mereka dikuasai oleh hartanya. Lalu, apakah menjadi kaya itu berguna? Tentu saja. Dengan memiliki kelebihan, kita dapat lebih banyak menolong sesama. Tetapi itulah yang sering dilupakan. Bersyukurlah akan kelebihan itu, dengan merelakan sebagiannya untuk dinikmati orang lain. Pada akhirnya, harta yang tetap kita pegang tidak bisa kita bawa setelah kematian. Sebaliknya, harta yang kita sisihkan akan diperhitungkan oleh Yang Maha Adil. Selain itu, setelah sadar bahwa Anda rela berbagi yang Anda miliki, maka Anda bisa damai dengan diri Anda. Itulah kiranya kebahagiaan sesungguhnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar