Nilai dari perbuatan dan sikap kita yang berakibat pada kebaikan bagi orang lain. Tindakan kita yang berakibat baik bagi orang lain itu, kita mulai dari lingkungan terdekat dan terkecil dahulu. Ya,..Keluarga kita dirumah. Coba kita menghitung berapa banyak istri / suami kita mengucapkan terima kasih sambil mengecup sayang dikening kita. Atau tangan mungil anak kita menarik tangan kita untuk mengajak berjabatan lalu mencium tangan kita seraya mengucapkan terima kasih Papa,..terima kasih Mama,...Namun, Jangan sampai keluarga kita hanya berterima kasih pada saat mereka menerima pemberian ( berupa hadiah dan lain sebagainya) dari kita saja. Tapi kita wujudkan hal lain yang membuat mereka terbiasa berterima kasih dengan tulus kepada kita.
Ketika kita telah berada di lingkungan luas, entah di kantor, di masyarakat dan dimana saja kita pun dapat mencoba menghitung dalam satu hari ini, sudah berapa orangkah yang sudah berterima kasih kepada kita ?
Namun, Ada hal yang mengganjal yang mungkin kita pernah rasakan, saat kita telah membantu sekecil maupun sebesar bantuan itu, tetapi kita tidak mendengarkan ungkapan terima kasih dari orang yang telah kita bantu.
Kita disebut penting, bila kita penting bagi orang lain. Kita menjadi penting bagi orang lain, bila yang kita lakukan menguntungkan mereka; dan baru dengannya mereka akan melebihkan keuntungan bagi Anda. Mereka akan melebihkan keuntungan bagi Anda, telah menjadi pengertian bahwa tidak hanya akan ucapan terima kasih yang kita dapati, namun akan ada keuntungan besar yang akan kita dapati. Tidak harus kita berbuat sesuatu yang besar agar kita mendapatkan keuntungan yang besar, melainkan sekecil apapun perbuatan baik kita akan tetap berdampak hebat bagi orang lain.
Bukankah Tuhan telah menyiapkan hadiah yang mulia bagi dia yang menyingkirkan ranting kayu berduri di tengah jalan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar