Disiplin Belajar
Organisasi Belajar, belajar berinovasi secara terus menerus dengan cara menempatkan perhatian pada “lima komponen”. Memang, kelimanya tidak pernah bisa terkuasai, tetapi organisasi yang terbaik mempraktekannya secara konstan.
1. System Thinking : Orang dalam organisasi belajar bekerja dalam lingkungan sistemik. Keuntungan berpikir sistem adalah kesadaran akan keterkaitan dirinya dalam tim, keterkaitan tim dengan organisasi, keterkaitan organisasi dengan lingkungan yang lebih luas lagi.
2. Personal Mastery : Dalam organisasi belajar, individu dan profesinya dipandang sebagai faktor yang krusial untuk membawa keberhasilan organisasi. Oleh karena itu individu tidak boleh berhenti belajar. Dia harus memiliki visi (mimpi) pribadi, harus kreatif, dan harus komit pada kebenaran. 7 Habits of Effective People.
3. Mental Models : Respon atau perilaku kita atas lingkungan dipengaruhi oleh asumsi yang ada dalam pikiran kita tentang pekerjaan dan organisasi . Kognitif. Persoalannya muncul ketika mental kita terbatas atau bahkan tidak berfungsi, sehingga menghalangi perkembangan organisasi. Dalam organisasi belajar model mental menjadi tidak terbatas, melainkan bebas dan selalu bisa berubah. Jika organisasi menginginkan berubah menjadi organisasi belajar maka harus bisa mengatasi ketakutan-ketakutan atau kecemasan-kecemasan untuk berpikir.
4. Shared Vision : Tujuan, nilai, misi akan sangat berdampak pada perilaku dalam organisasi, jika dibagikan dan dipahami bersama, dan dimiliki oleh semua anggota organisasi. Gambaran masa depan organisasi merupakan juga mimpi-mimpi indah kelompok dan individu. Visi bersama akan menghasilkan komitmen yang kokoh dari individu ketimbang visi yang hanya datang dari atas.
5. Team Learning : Tim senantiasa ada dalam setiap organisasi. Sebutannya bermacam-macam : departemen, unit, divisi, panitia, dan lain sebagainya. Seringkali seorang individu berfungsi di beberapa tim. Dalam organisasi individu harus mampu mendudukan dirinya dalam tim. Dia harus mampu berpikir bersama, berdialog, saling melengkapi, saling mengoreksi kesalahan. Individu melihat dirinya sendiri sebagai satu unit yang tidak bisa terpisahkan dari unit lain, dan saling tergantung.
Ciri-ciri Organisasi Belajar
· Misi dan Visi Perusahaan dinyatakan dan dipahami secara luas oleh anggota organisasi
· Mengalirkan Misi dan Visi ke Kelompok, Divisi, dan Depatemen.
· Misi dan Visi perusahaan merupakan inspirasi yang membimbing kinerja setiap anggota organisasi
· Menyediakan pelatihan berkesinambungan bagi setiap anggota di setiap tingkatan
· Para manajer mengalirkan jenis-jenis pelatihan kepada para anak buahnya.
· Mengembangkan budaya kerja dalam tim.
· Memberdayakan pegawai agar mampu bekerja tanpa arahan langsung dari manajer, atau melaksanakan “continuous improvement” berdasarkan visi bersama.
· Memelihara iklim keterbukaan
· Mendorong eksperimen-eksperimen kerja dan keberanian mengambil resiko, dan mencegah saling menyalahkan.
· Komunikasi terbuka agar semua pegawai “well-informed” – (tidak percaya pada rumor).
· Memiliki mekanisme kesadaran untuk menyebarkan pengetahuan dan pemahaman
· Keputusan diambil berdasarkan fakta
· Di semua level, diajarkan dan diaplikasikan cara mendianosis, analisis, dan pengambilan keputusan
· Konstan menilai pasar, pesaing, lingkungan, dan mengevaluasi ulang strategi-strateginya
· Mencobakan gagasan baru, menyebarkannya jika berhasil, atau membuang dan memperbaikinya jika gagal.
· Berinvestasi pada Litbang (R&D)
· Sering memperkenalkan proses kerja baru, produk dan pelayanan baru
· Secara konstan memperbaiki kapabilitas dan kinerja
· Memahami klien atau pelanggan, dan berdialog dengan mereka secara berkesinambungan
· Menetapkan tujuan yang jelas, dan yakin tujuan tersebut diketahui oleh semua orang
· Mendorong semua pegawai untuk secara konstan menantang kondisi “status quo”
· Mengurangi permainan politik dalam perusahaan
· Menghargai, menghargai, menghargai
· Memperpendek siklus waktu kerja di semua proses
· Tidak memelihara sikap “berpuas diri”
· Memiliki pegawai yang kepuasan kerja dan kebanggaan atas pekerjaan tinggi
· Fokus pada pencegahan ketimbang perbaikan
· Melibatkan setiap orang dalam “continuous improvement”
Getting Started, Banyak cara untuk mulai menciptakan iklim Organisasi Belajar salah satu cara adalah :
Mulai dari “top” – membantu untuk memberikan daya dorong
Mulai dari masalah yang kronis (menahun) – selalu baik untuk memunculkan pemikira
Bentuk “Task Force” – tapi masih memerlukan dorongan dan visi
Mulai dengan mendiagnosa organisasi – Dept SDM dapat dijadikan konsult.(seharusnya
Kaitkan dengan proses yang sedang berlangsung
Kaji ulang proses dan sistem yang ada – audit untuk mengetahui “capability gap”
Kembangkan sistem baru.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar