StepbyStepandQuick : Tata-Titi-Tentrem-KastoRaharja-GemahRipahLohJinawi
My Mission TO RAISE THE LEVEL OF INDONESIAN DIGNITY
*: Organisasi Belajar

Organisasi Belajar

Pengembangan Organisasi Akademik

Munculnya pesaing-pesaing baru dalam ekonomi global menuntut adanya perluasan seperangkat ketrampilan yang “hard” (teknologi) dan “soft” (interpersonal dan komunikasi) secara seimbang. Ketrampilan yang diidentifikasikan oleh beberapa pengarang manajemen, meliputi manajemen informasi, sumber-sumber daya, hubungan dengan manusia, dan “self-management”. Titik awal, sudah tentu adalah ketrampilan dasar : membaca, menulis, berhitung, dan, yang paling penting adalah “kemampuan untuk terus-menerus belajar sepanjang hidup” (ability to learn continuously throughout life). Sebagai tambahan, pekerja “global” memerlukan fleksibilitas, kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan, mampu beradaptasi, berpikir kreatif, motivasi-diri, dan memiliki kapasitas refleksi.

Awalnya organisasi berupaya memperbaiki produk, pelayanan, dan inovasinya melalui “continues improvement” dan “breakthrough strategies”. Cara ini menghasilkan konsep yang dikenal dengan nama Total Quality Management (TQM) dan Business Process Reengineering. Namun organisasi menemukan fakta bahwa kegagalan atau juga keberhasilan program-program tadi sangat ditentukan oleh faktor manusia (human factors) seperti : ketrampilan, sikap dan budaya organisasi.

Kita Senantiasa menghadapi perubahan yang menuntut akan perbaikan, tetapi tidak semua perubahan menuju kearah perbaikan, perbaikan yang dihasilkan bisa lebih baik bisa juga buruk. Kecenderungan arah perbaikan adalah perbaikan akan kualitas. Jika kita tidak berubah kita dalam bahaya. Jadi perbaikan yang terbaik adalah mengarah pada kualitas.

Organisasi akademik maupun non akademik dituntut untuk menunjukkan kualitas, berbicara masalah kualitas berarti berbicara masalah kompetisi. Contoh yang ada sekarang adalah Negara Vietnam menganggap Negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan lainnya sebagai kompetitor. Negara Vietnam berpedoman untuk maju harus berkompetisi.

Ukuran kualitas dapat dilihat dari efisiensi yaitu dengan sedikit sumberdaya yang dimiliki dapat menghasilkan keluaran yang maksimal, efektif yaitu hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, produktifity yaitu semua member menghasilkan sesuatu, dan kepuasan yaitu penilaian / pengukuran atas produk yang digunakan. Contohnya adalah program organisasi yang sangat baik, suasana akademik yang baik dan murid yang senang dengan suasana belajar.

Siapa yang mengukur indikator kualitas ? Kalau di Negara Amerika dengan adanya terbitan majalah bulanan, kalau di Indonesia adalah BAN-PT / DIKTI. Untuk mengukur indikator kualitas rumus sederhana yang digunakan adalah jumlah orang yang mendaftar diterima dibandingkan dengan jumlah orang daftar yang ditolak. Atau berdasar base on need.

Semua perubahan harus didasarkan pada kebutuhan, pasar yang cepat berubah, organisasi juga harus cepat berubah, dengan langkah-langkah perubahan adalah PLAN – DO – STUDY – ACT .

Tiga komponen kualitas dalam Perguruan Tinggi atau lahirnya pendekatan universal adalah Organisasi (OD), Personel (PD) dan Instruksional (ID). Tiga pendekatan ini dilakukan secara terus menerus. Evaluasi dilakukan secara kontinyu / formatif dalam bentuk pengembangan prototype program, sumatif dalam bentuk penilaian (layak atau tidak). Profesional Development berupa pengembangan personel, pengembangan staf, pelatihan in service, pengembangan fakultas, kerjasama antar kolega dan monitoring. Instructional Developmentlearning management system. Organization Development berupa pengembangan kurikulum, pengembangan matakuliah, pengembangan bahan ajar, pengembangan alat penilaian dan berupa penilaian yang diberikan lewat akreditasi agar mawas diri dan melakukan restrukturisasi organisasi..

Pendekatan ini bisa interdisiplin , project based, berbasis kompetensi, menggunakan teknologi yang terintegrasi, sesuai dengan konteks dan vokasional. Negara Vietnam lebih hancur akibat penjajahan tetapi lebih maju pesat karena berorientasi kualitas, mengikuti arus kompetisi dan otoriter kearah perbaikan pendidikan yang menghasilkan kompetitif di dunia kerja..

Berdasarkan ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan organisasi belajar dengan pendekatan universal dan secara konseptual mampu memberikan kontribusi dalam perbaikan kompetensi atau kualitas. Semua kontribusi dari hasil pengembangan organisasi belajar berpulang pada kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.


Tidak ada komentar:

 
**** Transform and Expand ****
indonesia_flag.gif
Dilarang Korupsi Aku Nggak Korupsi INDONESIA BLOG DIRECTORY Jangan asal copy paste ya..
/*
*/
Seberapa pentingkah anda pada puncak kehidupan/karir anda bagi orang lain ?..............................Marilah Menuju Kebahagiaan......Marilah Mencapai Kemenangan...................Sukses dan TETAP SEMANGAT !!!.......... ........, biasakanlah untuk MEMULAI SALAM bila bertemu orang, supaya terlepas dari sifat SOMBONG DAN TAKABUR..., Deskripsi yang kuat dan hidup diawali dengan pertanyaan APA, SIAPA, MENGAPA, KAPAN, DDIMANA, BAGAIMANA dan menerapkan konsep 'LUKISKAN, BUKAN KATAKAN'....

Jika ada kemauan PASTI ADA JALAN,jika belum...
...Buatlah jalan!

*/ **** HANYA PADA YANG BERANI KEAJAIBAN TERJADI,Berani gagal............Manunggaling Kawulo Gusti... ****We Do For My People [ Increase,Enhance and Strengthening ]
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Welcome To The Personal Blog indonesia_flag.gif indonesia_flag.gif indonesia_flag.gif
LOOK-THINK(strength+opportunity+commitmen)-ACT-RESULT
..

..


* Menyejahterakan * Membahagiakan * Mencemerlangkan *
..

..


...........Prestasi, Kekayaan, Pendidikan, Martabat, Lingkungan, Teman dan Solusi apakah menjadi ciri untuk kepemimpinan kita? Sangatlah relatif untuk mengukur dari hal tersebut, banyak patokan banyak hal yang sangat menentukan, tetapi ada satu hal kita lihat dari visi hidup dan seberapa banyak perilaku pemimpin selama hidupnya bagi kebanyakan orang Bagaimana dengan komentar anda............. ? Menjadi pribadi yang punya karir cemerlang merupakan keinginan banyak orang. Bagaimana cara untuk merealisasikan hal tersebut terkadang membutuhkan kesabaran yang tinggi. Jatuh-bangun merupakan hal yang biasa asalkan jatuhnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit, mimpi yang besar harus diawali usaha-usaha yang kecil lebih dahulu. Tidak akan mungkin membangun mimpi yang besar tanpa diawali adanya pondasi lebih dahulu. Usaha-usaha yang kecil yang berdampak nyata dan realistis haruslah menjadi prioritas terlebih dahulu. Pohon beringin akan tampak 'sejahtera' bagi lingkungan sekitarnya setelah membutuhkan waktu dan terpakaan kehidupan yang lama. Bangunlah sebuah impian yang besar dengan waktu sesingkat-singkatnya, karena impian Anda akan kemudian membangun pribadi dan kehidupan Anda. Jangan pernah melakukan apa pun yang tidak memiliki ukuran-ukuran yang besar di masa depan. Apa pun yang Anda kerjakan dan apa pun cara yang Anda gunakan – harus menjadikan Anda seorang pribadi yang kuat, yang berwenang, dan sejahtera. Tentunya usaha - usaha tersebut tidak terlepas dari diri sendiri, bantuan orang lain dan bantuan Tuhan. Terus dan teruslah berusaha agar secepatnya impian itu sudah ada didepan mata.