GAYA Pribadi Pemimpin
Bila gaya pribadi pemimpin diterima dan disukai oleh orang lain, mereka akan menyediakan bantuan untuk melengkapi kemampuan asli pemimpin dan itulah yang menjadi paruh waktu kedua dari kemampuan pemimpin. Bila gaya pribadi tertata, jujur, anggun, berani dan sangat ramah kepada kepentingan orang lain.
Sumber dari semua kekuatan kepemimpinan adalah persepsi bahwa kehadiran pemimpin akan memungkinkan tercapainya harapan anggota. Bila membiarkan terbentuknya keraguan atas ketegasan pemimpin, walaupun sedikit, organisasi akan mulai baru dengan group-group tentang pemimpin dan masa depan mereka. Kekuatan untuk menguasai orang lain ditemani dengan sebuah ketegasan yang datang dari rasa hormat kepada orang lain untuk mendapatkan yang terbaik dari yang bisa didapatnya. Ketegasan datang dari latar belakang, lingkungan yang baik dan hasil dari keputusan dari kesungguhan untuk memutuskan. Pemimpin tidak harus bersikap lemah , bila ragu lengkapi diri dengan upaya diri sendiri dan bantuan orang lain.
Pemimpin tidak memiliki pilihan lain kecuali tegas memutuskan untuk bersikap, bertindak dan menyesuaikan perilaku kita dengan impian-impian kita.
Terbalik dengan pengertian umum yang menghindari pengedepanan diri, justru kita harus membangun kualitas dan penampilan pribadi yang membuat orang lain mendudukkan kita di depan dan di depan itulah kita dapat memerankan dengan baik tugas-tugas kepemimpinan yang kita emban dan karena kita telah melalui semua kelas kedudukan dalam perjalanan menuju tempat-tempat di depan itu, kita akan menjadi pemimpin dengan pertimbangan yang lebih lengkap.
Ada beberapa ciri pemimpin yang dapat membangun inspirasi pertama adalah menjadi sebuah contoh yang nyata dan jernih, kedua mengagumi orang lain, ketiga, mampu menertawai diri anda sendiri, keempat, mudah diterima dan yang kelima adalah pembelajar yang baik. Rahasia utama untuk mencapai keberhasilan dalam semalam adalah bekerja keras selama 20 tahun dan bersabar selama 20 tahun dan semalam. Tiga etika pemimpin yang sangat penting dalam upaya membangun kesungguhan total dari keseluruhan organisasi yang dipimpin yaitu mempertimbangkan dengan baik, setia kepada bawahan dan adil. Jangan pernah pemimpin sedang melecehkan etika-etika yang anda tuntut dari bawahan, karena tidak ada yang lebih merusak hormat bawahan kepada pemimpin, kecuali kemunafikan, tidak ada satunya perkataan dengan perbuatan pemimpin.
Memastikan pemimpin menjadi pribadi yang berjaya, pastikan bahwa pemimpin tidak pernah letih belajar dan bekerja untuk kebaikannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar