BAGAIMANA ia mencari kepemimpinan PAMUNGKAS..?
’DUMUNUNGING INGSUN SAGETO SMARA-BHUMI ADI MANGGALA’
’....Ketika ia memimpin, ia sering terjebak pada satu gaya yang paling cocok bagi ia, sepanjang yang dirasa enak dianggap bagus, semestinya pemimpin tergantung situasi........’
Oleh : Ir. Setiaji, MKom
Didikan kepemimpinan TNI mengharuskan ia menjadi seorang yang disiplin, gajulan dan cambukan kopel sering ia terima , ketika tidak mengindahkan perintahnya. Kata Bapaknya, ’......aku lilo ilang-ilangan anak lanang nek ora manut karo wong tuwo...’, itulah kepemimpinan dari bapaknya yang diajarkan saat itu.
Ketika masuk SD, ia mengikuti pelajaran keagamaan, disitulah ia mengenal pemimpin-pemimpin agama. Dari cerita guru ngajinya ia ingat betul bahwa, seorang pemimpin wajib memiliki hubungan yang kokoh dan terus menerus dengan penciptanya, seorang pemimpin sejati tidak akan sombong pada penciptanya yang memberikan mandat kepemimpinan itu kepadanya. Disaat yang sama ia belajar kepemimpinan lewat organisasi kepanduan.
Lewat organisasi kepanduan ini disaat ia duduk SMP, jiwa kepemimpinan muncul, disaat itu pula prestasi kepanduan dari tingkat Kwartir dan Kwarda diperolehnya.
Ia mulai sadar pengalaman kepemimpinan sosial, politik, profesional dan birokrasi yang dilaluinya masih membuatnya penasaran.
Iapun belajar kepemimpinan transformasional, yaitu perubahan radikal bagaikan kepompong yang berubah drastis menjadi kupu-kupu..bahannya sama, namun setelah transformasi telah menjelma menjadi mahluk yang sama sekali baru. Ia baru sadar dalam kepemimpinan dikenal tiga elemen pemimpin, dipimpin dan situasi, kepemimpinan transformasional meliputi idealized influence, intellectual stimulation, individualized consideration dan inspirational motivation.
2. Individualized Consideration, adalah perilaku pemimpin transformasional, di mana ia merenung, berpikir, dan selalu mengidentifikasi kebutuhan para karyawannya. Ia berusaha sekuat tenaga mengenali kemampuan karyawan. Dibangkitkannya semangat belajar pada para karyawannya, tidak itu saja, ia juga memberi kesempatan belajar seluas-luasnya. Ia malahan menjadi pelatih mereka, dan ia selalu mendengar karyawannya dengan penuh perhatian. Ia sadar bahwa ia tidak bisa sendiri, maka ia adalah orang yang berani mendelegasikan wewenangnya. Baginya, karyawan yang diberdayakan adalah kunci kesuksesan sebuah karya.
3. Inspirational Motivation, adalah upaya pemimpin transformasional dalam memberikan inspirasi para pengikutnya agar mencapai kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbayangkan. Ditantangnya karyawan mencapai standar yang tinggi. Ia mengajak karyawan untuk memandang ancaman dan masalah sebagai kesempatan belajar dan berprestasi. Oleh karenanya, ia menciptakan budaya untuk berani salah, karena kesalahan itu adalah awal dari pengalaman belajar segala sesuatu. Baginya, kata adalah senjata utamanya. Dengan kata pula ia bangkitkan semangat karyawan. Ia gunakan simbol-simbol dan metafora untuk memotivasi mereka. Pemimpin ini jika bicara selalu antusias, ia seorang yang optimis. Diajaknya para karyawan menemukan makna mendalam dalam bekerja. Agar karyawan mau mengikutinya secara suka rela, ia menempatkan dirinya sebagai tauladan bagi para pengikutnya tersebut.
4. Intellectual Stimulation, adalah senjata pemimpin transformasional dalam mengajak karyawan melihat perspektif baru. Imajinasi, dipadu dengan intuisi namun dikawal oleh logika dimanfaatkan oleh pemimpin ini dalam mengajak karyawan berkreasi. Ia seorang yang risau dengan status quo, maka ia tanyakan mengapa organisasi harus tetap dalam keadaan status quo itu. Ia ajak karyawan untuk berani menentang tradisi uang, dan ia ajak pula karyawan untuk bertanya tentang asumsi lama. Ia menyadari bahwa sering kali kepercayaan tertentu telah menghambat pola berpikir, oleh karenanya, ia ajak karyawannya untuk mempertanyakan, meneliti, mengkaji dan jika perlu mengganti kepercayaan itu.
Iapun semakin mantap dengan berbagai latihan dan pengalaman kepemimpinan yang sukses yang membuatnya punya kepercayaan diri yang kuat dan refleksi pikiran yang baik.
Pelajaran 14 :
Ngelmu iku kelakone kanti laku..........................ojo dumeh..............



Tidak ada komentar:
Posting Komentar