StepbyStepandQuick : Tata-Titi-Tentrem-KastoRaharja-GemahRipahLohJinawi
My Mission TO RAISE THE LEVEL OF INDONESIAN DIGNITY
*: Biografi Ringkas Setiaji, Seorang ‘Anak Kolong’ yang coba meretas Takdir (Bagian 7)

Biografi Ringkas Setiaji, Seorang ‘Anak Kolong’ yang coba meretas Takdir (Bagian 7)


BAGAIMANA ia mencari kepemimpinan PAMUNGKAS..?

’DUMUNUNGING INGSUN SAGETO SMARA-BHUMI ADI MANGGALA’

....Ketika ia memimpin, ia sering terjebak pada satu gaya yang paling cocok bagi ia, sepanjang yang dirasa enak dianggap bagus, semestinya pemimpin tergantung situasi........’

Oleh : Ir. Setiaji, MKom


Didikan kepemimpinan TNI mengharuskan ia menjadi seorang yang disiplin, gajulan dan cambukan kopel sering ia terima , ketika tidak mengindahkan perintahnya. Kata Bapaknya, ’......aku lilo ilang-ilangan anak lanang nek ora manut karo wong tuwo...’, itulah kepemimpinan dari bapaknya yang diajarkan saat itu.

Ketika masuk SD, ia mengikuti pelajaran keagamaan, disitulah ia mengenal pemimpin-pemimpin agama. Dari cerita guru ngajinya ia ingat betul bahwa, seorang pemimpin wajib memiliki hubungan yang kokoh dan terus menerus dengan penciptanya, seorang pemimpin sejati tidak akan sombong pada penciptanya yang memberikan mandat kepemimpinan itu kepadanya. Disaat yang sama ia belajar kepemimpinan lewat organisasi kepanduan.

Lewat organisasi kepanduan ini disaat ia duduk SMP, jiwa kepemimpinan muncul, disaat itu pula prestasi kepanduan dari tingkat Kwartir dan Kwarda diperolehnya.

Falsafah kepemimpinan jawapun dipegangnya, betapa kayanya piwulang para leluhur seperti ’ bhairawa-anoraga’ yang berarti perkasa di luar dan lembut di dalam, ’manunggaling kawulo-gusti’ yang meliputi kepemimpinan dan kerakyatan, prinsip kepemimpinan Sultan Agung lewat ’serat sastra gending’ yang memuat amanah, diantaranya ’Smara-bhumi Adi Manggala’ yang berarti seorang pemimpin mempunyai tekad juang lestari untuk menjadi pelopor pemersatu dari pelbagai kepentingan yang berbeda-beda dari waktu ke waktu, serta berperan dalam perdamaian. Piwulang yang relevan dengan keadaan sekarang adalah ’eling lan waspodo’ yang menharuskan ia harus bersiap diri untuk lebih meningkatkan kualitas dalam semua aspek kehidupan.
Disaat SMA ia mulai mengikuti kepengurusan organisasi politik dan sosial, ia pun ditunjuk menjadi pemimpin dengan sebutan ’komandan’. Disaat itu pula pernah menjabat sekertaris RT selama kurang lebih lima tahun, pengalaman yang tidak terlupakan ketika itu adalah ketika diadakan pemilihan ketua RT, disaat warga diundang maka merekapun pada tidak datang karena takut dipilih menjadi ketua RT, iapun bingung lalu memanfaatkan refleksi pikirannya dan akhirnya idepun muncul dibuatnya undangan pemilihan RT lagi dengan diterapkannya sangsi sosial dan administratif bila tidak datang, dikeluarkan ide itu dalam forum, wacananya adalah menyodorkan konsep ketua RT yang dipimpin oleh tiga orang dan gagasan itupun diterima oleh warga dan sampai sekarang. Ia sadar untuk menjadi pemimpin yang ideal, haruslah memiliki pengalaman memimpin dan mau mengembangkannya asalkan mau, mampu dan maju. Diikutinya berbagai pelatihan kepemimpinan di organisasi sosial dan politik. Hingga disaat mahasiswa dan bekerjapun ia rajin berbagai organisasi kemahasiswaan. Disaat bekerja sebagai pengajar dan berkeluarga itulah dia mulai mengenal kepemimpinan diri sendiri dan kepemimpinan berdasar harga jabatan dan kinerja. Kepemimpinan berdasar ketaatan peraturanpun ia terima disaat mulai menjadi abdi negara.

Ia mulai sadar pengalaman kepemimpinan sosial, politik, profesional dan birokrasi yang dilaluinya masih membuatnya penasaran. Iapun mulai mengenal konsep budaya organisasi atau keselarasan sikap seperti tegas tanpa kasar, santun tanpa lemah, telaten tanpa marah, marah tanpa senyum, memandang ke depan tanpa visi, peka tanpa mudah tersinggung, baik tanpa terlambat, berencana tanpa kaku, luwes tanpa plinplan, dsb. Pemimpin berkualitas dapat membikin ketergantungan anak buahnya dan pemimpin yang terpercaya memiliki pribadi yang besar, mulia dan tidak merendahkan orang lain, teratur dan berulang perang kebaikan untuk kemaslahatan umat manusia.
Iapun belajar kepemimpinan transformasional, yaitu perubahan radikal bagaikan kepompong yang berubah drastis menjadi kupu-kupu..bahannya sama, namun setelah transformasi telah menjelma menjadi mahluk yang sama sekali baru. Ia baru sadar dalam kepemimpinan dikenal tiga elemen pemimpin, dipimpin dan situasi, kepemimpinan transformasional meliputi idealized influence, intellectual stimulation, individualized consideration dan inspirational motivation.

1. Idealized Influence, adalah perilaku seorang pemimpin transformasional yang memiliki keyakinan diri yang kuat. Ia selalu hadir di saat-saat sulit, ia pun memegang teguh nilai-nilai yang ia junjung tinggi. Komitmen yang tinggi selalu mengiringi langkah pemimpin ini. Ia menumbuhkan kebanggaan pada pengikutnya. Ia seorang yang bervisi jelas, dan langkah-langkahnya selalu mempunyai tujuan yang pasti. Di atas segalanya, ia adalah orang yang tekun.\

2. Individualized Consideration, adalah perilaku pemimpin transformasional, di mana ia merenung, berpikir, dan selalu mengidentifikasi kebutuhan para karyawannya. Ia berusaha sekuat tenaga mengenali kemampuan karyawan. Dibangkitkannya semangat belajar pada para karyawannya, tidak itu saja, ia juga memberi kesempatan belajar seluas-luasnya. Ia malahan menjadi pelatih mereka, dan ia selalu mendengar karyawannya dengan penuh perhatian. Ia sadar bahwa ia tidak bisa sendiri, maka ia adalah orang yang berani mendelegasikan wewenangnya. Baginya, karyawan yang diberdayakan adalah kunci kesuksesan sebuah karya.

3. Inspirational Motivation, adalah upaya pemimpin transformasional dalam memberikan inspirasi para pengikutnya agar mencapai kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbayangkan. Ditantangnya karyawan mencapai standar yang tinggi. Ia mengajak karyawan untuk memandang ancaman dan masalah sebagai kesempatan belajar dan berprestasi. Oleh karenanya, ia menciptakan budaya untuk berani salah, karena kesalahan itu adalah awal dari pengalaman belajar segala sesuatu. Baginya, kata adalah senjata utamanya. Dengan kata pula ia bangkitkan semangat karyawan. Ia gunakan simbol-simbol dan metafora untuk memotivasi mereka. Pemimpin ini jika bicara selalu antusias, ia seorang yang optimis. Diajaknya para karyawan menemukan makna mendalam dalam bekerja. Agar karyawan mau mengikutinya secara suka rela, ia menempatkan dirinya sebagai tauladan bagi para pengikutnya tersebut.

4. Intellectual Stimulation, adalah senjata pemimpin transformasional dalam mengajak karyawan melihat perspektif baru. Imajinasi, dipadu dengan intuisi namun dikawal oleh logika dimanfaatkan oleh pemimpin ini dalam mengajak karyawan berkreasi. Ia seorang yang risau dengan status quo, maka ia tanyakan mengapa organisasi harus tetap dalam keadaan status quo itu. Ia ajak karyawan untuk berani menentang tradisi uang, dan ia ajak pula karyawan untuk bertanya tentang asumsi lama. Ia menyadari bahwa sering kali kepercayaan tertentu telah menghambat pola berpikir, oleh karenanya, ia ajak karyawannya untuk mempertanyakan, meneliti, mengkaji dan jika perlu mengganti kepercayaan itu.

Iapun semakin mantap dengan berbagai latihan dan pengalaman kepemimpinan yang sukses yang membuatnya punya kepercayaan diri yang kuat dan refleksi pikiran yang baik.

Pelajaran 14 :

Ngelmu iku kelakone kanti laku..........................ojo dumeh..............

Tidak ada komentar:

 
**** Transform and Expand ****
indonesia_flag.gif
Dilarang Korupsi Aku Nggak Korupsi INDONESIA BLOG DIRECTORY Jangan asal copy paste ya..
/*
*/
Seberapa pentingkah anda pada puncak kehidupan/karir anda bagi orang lain ?..............................Marilah Menuju Kebahagiaan......Marilah Mencapai Kemenangan...................Sukses dan TETAP SEMANGAT !!!.......... ........, biasakanlah untuk MEMULAI SALAM bila bertemu orang, supaya terlepas dari sifat SOMBONG DAN TAKABUR..., Deskripsi yang kuat dan hidup diawali dengan pertanyaan APA, SIAPA, MENGAPA, KAPAN, DDIMANA, BAGAIMANA dan menerapkan konsep 'LUKISKAN, BUKAN KATAKAN'....

Jika ada kemauan PASTI ADA JALAN,jika belum...
...Buatlah jalan!

*/ **** HANYA PADA YANG BERANI KEAJAIBAN TERJADI,Berani gagal............Manunggaling Kawulo Gusti... ****We Do For My People [ Increase,Enhance and Strengthening ]
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Welcome To The Personal Blog indonesia_flag.gif indonesia_flag.gif indonesia_flag.gif
LOOK-THINK(strength+opportunity+commitmen)-ACT-RESULT
..

..


* Menyejahterakan * Membahagiakan * Mencemerlangkan *
..

..


...........Prestasi, Kekayaan, Pendidikan, Martabat, Lingkungan, Teman dan Solusi apakah menjadi ciri untuk kepemimpinan kita? Sangatlah relatif untuk mengukur dari hal tersebut, banyak patokan banyak hal yang sangat menentukan, tetapi ada satu hal kita lihat dari visi hidup dan seberapa banyak perilaku pemimpin selama hidupnya bagi kebanyakan orang Bagaimana dengan komentar anda............. ? Menjadi pribadi yang punya karir cemerlang merupakan keinginan banyak orang. Bagaimana cara untuk merealisasikan hal tersebut terkadang membutuhkan kesabaran yang tinggi. Jatuh-bangun merupakan hal yang biasa asalkan jatuhnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit, mimpi yang besar harus diawali usaha-usaha yang kecil lebih dahulu. Tidak akan mungkin membangun mimpi yang besar tanpa diawali adanya pondasi lebih dahulu. Usaha-usaha yang kecil yang berdampak nyata dan realistis haruslah menjadi prioritas terlebih dahulu. Pohon beringin akan tampak 'sejahtera' bagi lingkungan sekitarnya setelah membutuhkan waktu dan terpakaan kehidupan yang lama. Bangunlah sebuah impian yang besar dengan waktu sesingkat-singkatnya, karena impian Anda akan kemudian membangun pribadi dan kehidupan Anda. Jangan pernah melakukan apa pun yang tidak memiliki ukuran-ukuran yang besar di masa depan. Apa pun yang Anda kerjakan dan apa pun cara yang Anda gunakan – harus menjadikan Anda seorang pribadi yang kuat, yang berwenang, dan sejahtera. Tentunya usaha - usaha tersebut tidak terlepas dari diri sendiri, bantuan orang lain dan bantuan Tuhan. Terus dan teruslah berusaha agar secepatnya impian itu sudah ada didepan mata.