Seorang Perwira Kepala rumah sakit tentara yang gagah dan ganteng baru saja selesai melakukan kegiatan operasi pasien. Karena tugasnya yang memang harus berhubungan dengan pelayanan rumah sakit. Ia juga akrab bergaul dengan banyak prajurit TNI di rumah sakit itu ................
Oleh : Ir. Setiaji, MKom
Wajahnya yang tampan, kewibawaan, kepintaran dan keramahtamaannya yang tulus membuat para prajurit wiratamtama menyukai dokter perwira tersebut.
Seorang prajurit berpangkat kopral yang terkenal dengan sebutan ’banteng raiders’ , dengan prinsip ’pantang mundur’, diam-diam mengamati dokter itu. Ia kagum, Ia terpesona kepadanya dan ia berencana jika ia punya anak lelaki akan dinamakan sama dengan dokter perwira itu. Bayi itu terlahir di Semarang pada hari senin legi, tanggal 13 Oktober 1969.
Tole ini sebaiknya diberi nama "SLAMET WAHYUDI"’, usul ini langsung diberikan Mbah Putri begitu mendengar kelahiran cucunya yang lemu ginuk-ginuk saat itu, dengan harapan mendapat berkah selamat di dunia-akherat. Dengan semangat ’sendiko dawuh’, Sang Kopral mengiyakan usulan tersebut sebagai bukti bakti anak lanang kepada Mbah Putri.
Roda waktu telah berputar tiga bulan sudah, disaat itu pula 'kopral yunior' diwarnai prahara berbagai penyakit yang terus-menerus, seperti kebanyakan kepercayaan budaya jawa, keseringan penyakit identik dengan kepanjangan nama.
’Bune, sebaiknya bayi lelaki anak kita namakan sama dengan dokter perwira itu, gimana ?, tanya Sang Kopral pada istrinya. Karena semangat ’Donyo katut Suwargo katut’ , Sang istri mengiyakan himbauan suami. Akhirnya bayi itu diberi nama "SETIAJI" yang artinya adalah nama sama perwira rumah sakit itu. Harapannya agar ’kopral yunior’ nanti jadi berwibawa, pinter dan ganteng seperti Perwira Kepala rumah sakit itu.
Ow.....Ow....Kopral Djono......Kopral Djono 3x ......... Syair lagu ini melengkapi sudah harapan sang kopral untuk anak kesayangannya.......
Pelajaran 1 :


.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar