Keindahan hari ini, semoga juga seindah hati kita di dalam mengiringi setiap langkah-langkah kita menuju kepada kecemerlangan hidup. Seperti hari-hari sebelumnya, di setiap sore yang indah telah mewarnai keceriaan putri kecilku pertama yang baru berusia 2 tahun, dan bersama Mama yang menggendong adiknya menunggu kepulanganku dari bekerja. Dengan riangnya putri kecilku bersorak sorai sambil berlari ketika mengetahui aku telah tiba di depan jalan menuju rumah. Cepat sekali tangan mungilnya menyambut tanganku untuk ia cium. Serta merta tubuhnya yang masih mungil itu memeluk dengan sangat erat tubuhku, ... hangaaat sekali. Lucunya ia menepuk-nepuk pundakku berkali-kali seperti orang dewasa saja.Lalu putri kecilku tanpa ragu menyerang kedua pipi dan keningku dengan kecupan manisnya, aku pun tanpa ragu segera membalasnya. Mama nya yang sedari tadi melihat tingkah kami, tak urung membuat iri hatinya. Ia pun berlaku seperti putri kecilku. Senang rasanya, dapat menikmati keceriaan dan kehangatan seperti itu setiap hari. Sebagian dari kita mungkin pernah mengalaminya bahwa, rasa letih, capek, dan kesal hilang seketika melihat dan merasakan keceriaan, kehangatan dan perhatian dari anak atau keluarga terkasih kita menyambut kedatangan kita sepulang dari bekerja. Rasa syukur akan kebahagiaan yang di rasa, telah meng-indahkan apa pun. Kebahagiaan itu sederhana, ia ada dan terasa kapan pun. Kapan pun adalah sesuatu yang tidak terbatas, tetapi kapan pun untuk kita - terbatas.Kapan pun adalah sebuah waktu. Waktu memang tidak terbatas. Tetapi waktu untuk kita - terbatas ,Berapa lama lagi-kah Anda bisa menikmati dengan penuh kecintaan suara lucu bayi Anda, sebelum dia berbicara dengan suara seperti kita semua ? itu sebabnya,Waktu adalah sebuah nikmat. Jangan sampai kita ditanya, nikmat yang mana lagi-kah yang akan engkau nistakan ? karena,Waktu adalah keberadaan yang sangat tegas dalam menghitung. Sekarang, marilah kita benar-benar menghitung. Apa yang saat ini telah kita rasakan dan alami adalah keberadaan kita di dalam sebuah waktu.Jadi, janganlah kita menyia-nyiakan waktu yang keberadaannya tegas ini. Karena hari ini akan menjadi kemarin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar