Apakah kita merasa keren hanya kalau memakai jam tangan bermerk, mobil mewah, atau tinggal di rumah mewah? Kalau iya, maka kita lebih murah dari jam tangan, mobil, atau rumah. Seperti yang kita ketahui, krisis ekonomi global sedang menghantui kita sekarang. Salah satu penyebabnya adalah menjamurnya “subprime mortgage” di Amerika Serikat, dimana banyak orang yang ingin terlihat sukses dengan membeli rumah mewah, difasilitasi oleh kredit bank walau dengan bunga tinggi, sehingga menimbulkan kredit macet di perbankan Amerika Serikat. Banyak yang jatuh miskin karena ingin terlihat kaya. Liburan itu adanya di hati, Saat ini para Bos dan Staf di tempat kerja saya sedang mengadakan rapat di Citarik, Sukabumi . Tetapi keberadaan di Sukabumi tidak menjadikan hati para atasan tersebut gembira. Karena begitu banyak target pekerjaan yang belum terselesaikan dengan baik. Sebaliknya, kalau kita mengerjakan aktifitas pekerjaan kita dengan hati yang damai, kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk liburan. Setiap hari adalah liburan. libur adanya di hati, Sehingga apa yang kita dapatkan adalah perasaan-perasaan senang menuju arah jelas yang kita sudah tentukan.
Ilustrasi yang kita bentuk diibaratkan kita dalam tengah-tengah 'sandwidth' sebelah kiri berisi orang-orang yang kurang mampu, sebelah kanan berisi orang-orang yang lebih mampu, dari situ bisa kita ambil sebuah hikmah bahwa kita tidak perlu sombong. Apalagi kalau kita mau membandingkan dengan Sang Pencipta, kita sudah pasti akan merasa tidak apa-apanya. Apa yang harus kita perbuat adalah dengan meningkatkan kualitas hidup dengan rasa, pikir dan tindakan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar