Pribadi yang mempertegas langkahnya, akan memfokuskan pikiran untuk menjalani selangkah demi selangkah dengan sebaik-baiknya. Kita tidak mungkin mengenal diri kita sendiri, bila kita tidak membiasakan diri untuk berbincang dengan akrab dengan diri kita sendiri. Karena Pikiran adalah pertukaran kata-kata antara diri kita dengan jiwa kita. Perbincangan itu berkisar antara kenyataan dasar diri kita sekarang dengan kemungkinan- kemungkinan kita, di masa yang kedekatannya tergantung pada kualitas dari tindakan-tindakan kita. Yang kita katakan kepada diri kita sendiri akan menjadi penentu sikap-sikap kita, sehingga sebetulnya kita sendirilah yang mengajarinya untuk meyakini yang kita yakini, dan menolak yang kita tolak. Padahal sikap kita adalah penentu pilihan tindakan kita, dan tindakan kita adalah pencetak hasil-hasil kita. Kita sampai pada keadaan kita hari ini karena pilihan-pilihan pikiran kita, dan dengan logika yang sama - pilihan pikiran kita hari ini menentukan apa yang mungkin kita capai di masa depan. Pikiran menemukan kekuatannya pada perhatian yang kita berikan kepadanya. Sebuah pikiran dalam bentuk murni-nya tidak memiliki bentuk dan kekuatan apa pun, sampai kita memberinya perhatian. Sebuah pikiran dalam bentuk murni-nya tidak memiliki bentuk dan kekuatan apa pun, sampai kita memberinya perhatian. Sebuah pikiran yang tidak kita perhatikan - akan hilang dan terlupakan. Tetapi, pikiran apa pun yang kita perhatikan akan membangun wujud nyata-nya, akan tumbuh dan memperbesar kekuatannya, dan akan merampas perhatian kita dari pikiran-pikiran lain yang berpotensi mengurangi kekuatannya. Bila kita mendahulukan porsi perhatian kita pada pikiran-pikiran baik yang meningkatkan kualitas dari apa pun dan siapa pun yang bersentuhan dengan kita,
hanya langitlah yang berwenang membatasi ukuran kita.
hanya langitlah yang berwenang membatasi ukuran kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar