'............Renungkanlah nasib saudaramu yang kini telah dikubur: dulu begitu ia menikmati pemandangan yang dilihat, kini matanya telah copot, dulu perkataannya begitu fasih, kini cacing tanah telah memakan mulutnya, dulu ia selalu tertawa, kini giginya hancur terbenam tanah. Cermati dan perhatikan, yakinlah bahwa apa yang telah ia alami akan engkau alami...........'
Wahai manusia, Apakah engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama ? Ia adalah malam pertama dengan dua wajah, mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutnya atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka selanjutnya. Kematian itu pasti, ia tidak dapat meleset meski hanya sedetik. Namun demikian tak seorangpun tahu, kapan hari 'H'nya. Ia bisa datang menyergap dengan tiba-tiba, Ia misteri. Karenanya setiap orang mesti siap. Dan tentu Khusnul khatimah harus menjadi pilihan. Untuk mencapai itu, harus melalui jalan syariat, dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah.
Sembilan masalah yang berkaitan dengan jenazah dan kubur, pertama adalah sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya, kedua adalah sesungguhnya adzab dan nikmat kubur adalah kepastian yang telah ditetapkan dalam kitab suci, ketiga adalah adzab dan nikmat kubur adalah perkara ghaib, tidak bisa dilacak akal, semestara iman kepada hal gaib adalah sifat terpenting seorang mukmin, keempat adalah ada larangan berkenaan dengan jenazah yakni meratapi dan menjerit dihadapan jenazah, kelima adalah ziarah kubur disyariatkan dalam islam tujuannya untuk mengambil itibar dan peringatan darinya, keenam adalah jangan biarkan suatu gambar, kecuali kau merusaknya, jangan kau biarkan kuburan yang dibangun kecuali kau ratakannya dengan tanah. ketujuh adalah kerabat mayit boleh melakukan ibadah tertentu dengan maksud kirim pahalanya kepada si mayit, selama dalam batas yang ditolerir oleh syariat, kedelapan adalah sebelum membagi warisan, harta mayit diprioritaskan untuk mengurusi jenasah, membayar hutang dan melaksanakan wasiatnya, kesembilan adalah melakukan syirik dengan kuburan.
Sembilan masalah yang berkaitan dengan jenazah dan kubur, pertama adalah sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya, kedua adalah sesungguhnya adzab dan nikmat kubur adalah kepastian yang telah ditetapkan dalam kitab suci, ketiga adalah adzab dan nikmat kubur adalah perkara ghaib, tidak bisa dilacak akal, semestara iman kepada hal gaib adalah sifat terpenting seorang mukmin, keempat adalah ada larangan berkenaan dengan jenazah yakni meratapi dan menjerit dihadapan jenazah, kelima adalah ziarah kubur disyariatkan dalam islam tujuannya untuk mengambil itibar dan peringatan darinya, keenam adalah jangan biarkan suatu gambar, kecuali kau merusaknya, jangan kau biarkan kuburan yang dibangun kecuali kau ratakannya dengan tanah. ketujuh adalah kerabat mayit boleh melakukan ibadah tertentu dengan maksud kirim pahalanya kepada si mayit, selama dalam batas yang ditolerir oleh syariat, kedelapan adalah sebelum membagi warisan, harta mayit diprioritaskan untuk mengurusi jenasah, membayar hutang dan melaksanakan wasiatnya, kesembilan adalah melakukan syirik dengan kuburan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar