Kecintaan adalah bayangan surga dengan aroma bebungaan taman langit, yang menjadi pelangi penghantar ke surga bagi dia yang setia kepada kecintaannya. Kecintaan adalah perajut impian yang sebetulnya. Kecintaan Anda akan menciptakan bayangan-bayangan dikesadaran dan tidur Anda mengenai bentuk-bentuk indahnya di masa depan. Persuasi adalah proses untuk mempengaruhi pilihan pikiran dan sikap orang lain, yang menghasilkan perubahan pendapat yang sejalan dengan pendapat Anda. agar orang akan tertarik kepada pikiran dan sikap kita, maka apa yang kita sampaikan dapat masuk akal (logis), kemudian mereka ada gairah untuk mengikutinya - karena kita juga bersemangat, dan yang terakhir mereka yakin bahwa kita setia kepada yang benar. Pintu yang pertama, jadikanlah orang menyukai kita. Bangunlah ketertarikan yang baik kepada orang lain, dan pastikanlah ketertarikan Anda itu tulus dan terasakan oleh mereka secara berkelanjutan. Kita harus tumbuh melalui hubungan baik dengan orang lain. Maka, janganlah hindari pertemuan dengan orang lain. Yang harus Anda kelola adalah kualitas dari pertemuan-pertemuan Anda, dan nilai apa saja yang bisa Anda sampaikan kepada orang lain yang akan menjadikan Anda berhak juga untuk menerima kebaikan dari pertemuan itu. Pintu yang kedua, berikanlah kepada orang lain, sebanyak yang ingin kita terima. Kasih sayang adalah pembangun kasih sayang. Jangan pernah menuntut perhatian dan kasih sayangnya, bila Anda tidak memulai dari yang Anda tuntut. Bila ada janji-janji dibalik langit mengenai kekhususan yang akan diberikan kepada mereka yang mudah memberi, maka pasti ada harapan dibalik awan, agar kita mengupayakan diri kita menjadi pribadi-pribadi yang mampu memberi. Seorang pribadi yang sebetulnya tidak memiliki kompetensi untuk berhasil disuatu bidang, bisa tetap mencapai keberhasilan; karena dia menyikapi kekurangan-kekurang annya sebagai sebuah keharusan untuk memberdayakan orang lain dan lingkungannya. Dan diantara kita, pribadi-pribadi yang diutamakan adalah pribadi yang berguna bagi orang lain. Sehingga bila Anda menginginkan kebahagiaan yang utama, hiduplah untuk orang lain. Pintu yang ketiga, bangunlah kredibilitas sosial. Satu-satunya tempat yang tersedia dalam hidup ini bagi Anda, adalah nama Anda. Tanpa nama itu, Anda hampir sama baiknya dengan tidak ada. Maka, rancanglah pikiran Anda, perasaan Anda, sikap Anda, dan rancanglah cara-cara Anda. Kemudian pilihlah pekerjaan Anda dengan hati-hati , sehingga Anda dapat merefleksikan kualitas dari pikiran, perasaan, sikap dan cara-cara Anda dengan sebaik-baiknya. Karena, bila Anda merancang pekerjaan Anda, beserta cara-cara baik untuk mengerjakannya; Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menghasilkan nilai yang baik bagi orang lain; yang menentukan sebagaimana baiknya Anda dihargai. Kemudian, bersegeralah dengan tindakan yang baru. Dan kemudian bersegeralah lagi memperbaiki, bila yang Anda lakukan belum tepat. Sebab, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya, bukan berada pada keberanian kita untuk mati, tetapi pada keberanian kita untuk hidup dengan penuh - menyambut apapun yang datang menghampiri kita, dan menjadikan itu semua kebaikan bagi kita dan orang lain. Pintu yang keempat, tetaplah konsisten. Orang akan menjadi apa yang secara teratur dilakukannya. Satu-satunya hal pasti yang menjamin terbentuknya penilaian orang lain, yang hasilnya adalah reputasi kita adalah konsistensi. Seseorang yang secara teratur dan berkelanjutan mendatangkan perbaikan bagi lingkungan yang dilayaninya, akan menerima reputasi yang baik. Dengannya, jalan terbaik yang dapat kita bangun untuk menuju keberhasilan adalah sebuah keteraturan yang positif. Mohon Anda ingat, bila Anda ingin mengenal masa lalu Anda, kenalilah keadaan Anda sekarang. Bila Anda ingin mengetahui masa depan Anda, perhatikanlah yang sedang Anda kerjakan sekarang. Itulah sebabnya, sebuah kualitas tidak bisa meninggalkan kualitas sebelumnya. Sehingga kualitas dari semua sebab Anda, akan selalu tercermin dari akibat yang Anda terima. Dan karena Ananya akan menjadi sesuatu yang Anda lakukan dengan teratur, maka sebetulnya orang lain hanya akan menemukan hasil dari kebiasaan-kebiasaan Anda dalam nama Anda. Maka sebabkanlah hal-hal yang baik, dan Anda akan dibahagiakan dengan akibat-akibat baik.
Pintu yang kelima, berwenang. Ingatlah, semua yang kita lakukan, harus menghasilkan nilai-nilai yang menjadikan kita pribadi-pribadi yang lebih kuat dan lebih mampu mempengaruhkan standar-standar kebaikan yang ingin kita lihat, terjadi disekitar kita. Dengannya, bila Anda mendahulukan porsi perhatian Anda bagi pikiran-pikiran baik yang meningkatkan kualitas dari apapun dan siapapun yang bersentuhan dengan Anda, hanya langitlah yang berwenang membatasi ukuran Anda. Setiap pribadi yang bebas dalam kebaikan – sudah dengan sendirinya meneladankan kebaikan, dan dengannya dia terbebaskan untuk menyampaikan kebaikan. Kemudian, perbedaan baik yang disampaikannya itu-lah yang menjadikannya seorang pemimpin. Baginya, satu-satunya jalan kepemimpinan adalah kebebasan melayani dalam kebaikan. Dan itulah yang akan menjadikan seorang pemimpin, dimuliakan dengan ikhlas oleh mereka yang dipimpinnya. Untuk itu, marilah kita berdoa agar kita selalu diberikan keinginan untuk mencapai hal-hal yang lebih besar dari kemampuan kita.
Pintu yang keenam, tidak banyak terdengar, namun kalau terdengar sangat bernilai. Reputasi kita selalu datang lebih awal, mendahului kedatangan kita. Dalam pandangan mereka yang dipimpinnya, seorang pemimpin yang berwibawa – berdiri dalam sinar lampu panggung; bukan sebagai sinar yang disorotlkan atasnya – tetapi sinar yang merebak dari pesona pribadinya. Dan perhatikanlah bahwa orang-orang yang mendahulukan keinginan untuk menjadi orang terkenal-akan dikenal sebagai orang yang tidak pantas dikenal. Dan ini yang penting; Semakin berwenang orang yang mempercayai Anda, semakin Anda menjadi kuat. Semakin tinggi orang yang mempercayai Anda, semakin Anda dimuliakan. Dan semakin banyak orang yang mempercayai Anda, semakin Anda berpengaruh. Sebetulnya – kita semua sedang menunggu. Maka pastikanlah bahwa kita hidup dalam sebuah rancangan yang baik, agar akhir yang pasti datang itu – datang untuk merayakan kemenangan hidup kita.
Pintu yang kelima, berwenang. Ingatlah, semua yang kita lakukan, harus menghasilkan nilai-nilai yang menjadikan kita pribadi-pribadi yang lebih kuat dan lebih mampu mempengaruhkan standar-standar kebaikan yang ingin kita lihat, terjadi disekitar kita. Dengannya, bila Anda mendahulukan porsi perhatian Anda bagi pikiran-pikiran baik yang meningkatkan kualitas dari apapun dan siapapun yang bersentuhan dengan Anda, hanya langitlah yang berwenang membatasi ukuran Anda. Setiap pribadi yang bebas dalam kebaikan – sudah dengan sendirinya meneladankan kebaikan, dan dengannya dia terbebaskan untuk menyampaikan kebaikan. Kemudian, perbedaan baik yang disampaikannya itu-lah yang menjadikannya seorang pemimpin. Baginya, satu-satunya jalan kepemimpinan adalah kebebasan melayani dalam kebaikan. Dan itulah yang akan menjadikan seorang pemimpin, dimuliakan dengan ikhlas oleh mereka yang dipimpinnya. Untuk itu, marilah kita berdoa agar kita selalu diberikan keinginan untuk mencapai hal-hal yang lebih besar dari kemampuan kita.
Pintu yang keenam, tidak banyak terdengar, namun kalau terdengar sangat bernilai. Reputasi kita selalu datang lebih awal, mendahului kedatangan kita. Dalam pandangan mereka yang dipimpinnya, seorang pemimpin yang berwibawa – berdiri dalam sinar lampu panggung; bukan sebagai sinar yang disorotlkan atasnya – tetapi sinar yang merebak dari pesona pribadinya. Dan perhatikanlah bahwa orang-orang yang mendahulukan keinginan untuk menjadi orang terkenal-akan dikenal sebagai orang yang tidak pantas dikenal. Dan ini yang penting; Semakin berwenang orang yang mempercayai Anda, semakin Anda menjadi kuat. Semakin tinggi orang yang mempercayai Anda, semakin Anda dimuliakan. Dan semakin banyak orang yang mempercayai Anda, semakin Anda berpengaruh. Sebetulnya – kita semua sedang menunggu. Maka pastikanlah bahwa kita hidup dalam sebuah rancangan yang baik, agar akhir yang pasti datang itu – datang untuk merayakan kemenangan hidup kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar