Kita menyadari bahwa ada hal-hal penting yang perlu segera diputuskan agar kita dapat mencapai seperti apa yang kita inginkan itu, poin-poin penting untuk mencapai itu semua :
Sebagai pribadi perlu diperhatikan dimensinya yang berarti urutan rincian sifat yang ingin kita miliki ; misalnya : tegas, visionary, santun . Caranya adalah dengan melihat gambar pribadi kita atau orang lain yang ideal.
Ada suku di Africa yang hanya mengenali 3 warna yaitu: langit, tanah dan malam dan kita dapat mengenali kecanggihan seseorang dalam pengetahuannya akan warna. Kita akan disebut canggih kalau mengenali banyak sifat ; bukan hanya tentang orang lain, tetapi juga tentang diri kita sendiri.
Ada dimensi pribadi yang mewakili banyak yang lain. Contoh : Reliable ( dapat dipercaya) yang memiliki dimensi : setia pada yang benar ( integrity), hard worker, smart, quick to action, finisher. Lawan kata finisher adalah delayer yang berarti: sense of responsible yang rendah, peragu, slow to decide dan memiliki kekuatan selain keinginan berhasil yang besar.
Orang yang adil berarti juga memliki sifat tegas ( suatu keharusan ), disiplin dan menghormati orang lain; seperti juga orang yang penyayang pastilah juga menghormati orang lain.
Orang yang tegas haruslah juga : berani dan secara otomatis pasti juga memiliki sifat adil dan juga penyayang.
Seseorang yang berwibawa pastilah : tegas, memiliki integritas, meneladankan, santun, konsisten dan memiliki penampilan yang berkelas.
Apakah yang membentuk sifat berkelas ? Yaitu : visionary (melakukan sesuatu yang punya tujuan besar dimasa depan), anggun, santun, credible, good taste ( the way he / she carries himself / herself ), self respect dan respect to others. Seorang pemimpin yang baik dapat dilihat dari sikapnya dalam menghormati orang kecil.
Seorang penjual dapat hebat dalam menjual dan dapat juga membuat orang lain menjual dengan hebat. Berarti orang itu ada dua macam : 1) Doer = yang melaksanakan 2) Enabler = pemungkin. Yang penampilannya lebih berkelas adalah Enabler. Yang bahasanya merakyat adalah Doer, akan tetapi yang membuat rumah kita besar disurga adalah yang memberi manfaat besar bagi banyak orang, tidak masalah apakah doer atau enabler.
Cita-cita karir haruslah menjadi Enabler karena tidak ada enabler yang tidak Doer.
Ada orang yang mentalnya malas, hanya mau disitu-situ saja tidak mau pindah ke focus yang lain, padahal orang melihat hanya menyerap 2% dari yang dilihatnya, orang focus yang diingatnya hanya 10%; maka dia tidak bisa jadi penjaga pantai / life guard. melakukan tugas mengingatkan; agar ganti ke focus yang lain, pengulangan / pengingatan kembali supaya mengerti.
Apakah ada orang yang memiliki self respect / menghormati diri sendiri yang tidak menghormati orang lain ? Tidak ada. Orang sombong tidaklah memiliki self respect, dia hanya meninggi-ninggikan diri sendiri.
Logika kita haruslah : Kuat --- Besar --- Tinggi. Hidup kita harus lebih kuat dari biayanya. Orang haruslah lebih kuat dari penyakitnya. Bagaimana membagun citra pribadi yang melindungi ? Bicara harus kuat karena merupakan konsep pribadi. Kita dapat membangun brand dengan menulis dan berbicara.
Yang membuat tinggi seseorang adalah yang mewakili nilai-nilai Tuhan. Memilih menyampaikan pesan-pesan kebaikan dalam bahasa yang sederhana; dan memesankan bahwa nilai-nilai Tuhan sebaiknya ada dalam pekerjaan kita.
Kita perlu membangun pribadi yang lebih besar dari ukuran alamiah ( Life greater than realize ). Orang yang nilai IQ 100, artinya usia fisik 50, dengan kedewasaan mental 50. Rata-rata IQ 110 dan psikolog menetapkan sebagai standard. Berarti yang kurang dari 100 sering buat kesalahan. Kenapa harus 110 ? Karena kadang kita melakukan kesalahan dalam menganggap sesuatu yang penting, kadang kita keliru dalam memutuskan. Oleh karena itu sebagai orang tua saat bicara dengan anak janganlah di bayi-bayikan. Anak orang yang lebih terdidik akan lebih cepat berhasil karena semenjak bayi dan kecil - orang tuanya sudah mengajak bicara secara dewasa.
Orang yang berani dalam melakukan sesuatu selalu dengan perhitungan karena orang yang tanpa perhitungan bukanlah berani melainkan nekad. Orang berani ; hitungannya rugi namun ia bertindak dan dia adalah orang yang melakukan yang meskipun. Meskipun tidak punya uang dia mau berusaha, meskipun tidak tahu tekniknya dia mau belajar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar