* Ada kepantasan dalam segala sesuatu, berarti apapun yang kita terima sekarang adalah yang terbaik bagi kita. Bila kita merasa bahwa yang kita terima itu buruk seperti : rumah yang bocor, mobil yang sering mogok, anak-anak dan istri yang tidak menurut, berarti ada yang perlu diperbaiki . Saat kita mampu memperbaiki diri dan yang ada disekitar kita , maka kita juga akan mendapatkan yang lebih baik.
* Kita perlu mensyukuri apapun yang Tuhan sudah berikan bagi kita. Ada orang yang mengabaikan rejeki yang Tuhan sudah berikan kepadanya, tetapi meminta yang lain. Contohnya : menolak makanan yang tidak dilarang Tuhan, menolak berhubungan dengan orang-orang tidak dihalangi pergaulan dengannya, atau senantiasa mengatakan pokoknya. Orang yang mengatakan pokoknya berarti ia menganggap pendapatnya dan semua hal dalam hidupnya sudah final. Sangat tidak menyenangkan bergaul dengan orang yang mengatakan pokoknya.
* Kalau kita tersinggung / marah waktu dikritik, hal ini seolah-olah menyatakan bahwa yang dikritikkan itu benar. Seandainya harus marah, bereaksilah dengan baik. Kalau kita menuakan diri, jangan marah, dan kalau ada yang meng-kritik , katakan dalam hati ; dia belum mengerti.
* Saat orang merendahkanmu, tanyakan ini dalam hatimu : " Are you man enough ? " Kadang ada hal-hal yang perlu di swallow hard, and move on, Telan keras, dan teruskan. Kita sebaiknya berpikir bahwa kita adalah orang besar yang untuk sementara masih kecil, dan dalam proses untuk menjadi seutuhnya besar - sehingga mampu tampil gagah .
* Menghadapi hal-hal yang ditakuti : Kita harus bekerja untuk lebih besar dari yang Anda takuti. Saat kita tumbuh menjadi lebih besar akan terbukti bahwa mereka yang tadinya kita takuti ternyata tidak pantas untuk kita takuti, dan bahkan sebagian dari mereka ternyata orang-orang kecil. Sesuatu yang akan dibukakan kepada kita setelah menjadi lebih senior adalah melihat.
* Segala sesuatu bisa dicapai dengan memerintahkan, berarti kita harus membangun kemampuan untuk memerintahkan.
* Saat kita mampu untuk menghindari yang tidak baik , artinya kita mendekati yang baik. Yang membuat gap yang semakin besar antara hal yang baik dan hal yang tidak baik adalah karena kita mendengar bisikan yang melemahkan. Berarti perlu memiliki keberanian untuk bertindak tegas. Saat kita kurang keberanian, artinya kurang percaya pada Tuhan. Maka jangan tukar Tuhan dengan harga yang sangat murah. Tanda orang percaya adalah berserah padaNya.
* Segala sesuatu yang terjadi bila tidak meninggikan pastilah merendahkan. Seringkali kita lebih banyak mempertahankan sesuatu daripada memperbaiki. Untuk itulah dibutuhkan keberanian dalam melangkah. Akan lebih baik bila kita mengambil resiko menjadi lebih buruk daripada kita terus menerus tinggal pada sesuatu yang benar-benar jelek.
* Bila kita digoda dengan rasa malas, sombong, uang, membanding-bandingk an pasangan dengan orang lain berarti kita perlu waspada. Untuk orang itu ada rencana besar dari Tuhan untuknya, maka para pemaju keburukan - akan selalu mengenalkan cara-cara kratif untuk menggodanya. Ingatlah bahwa hanya nama-nama yang berada dalam rencana-rencana besar Tuhan-lah yang paling menarik - bagi pemaju keburukan - untuk digoda dan dialihkan menjadi orang-orang yang buruk sikap, pikiran, dan perilakunya.
* Pribadi-pribadi yang sedang mengupayakan kebesaran bagi dirinya dan orang lain - akan tetap berfungsi maksimal walaupun dalam keadaan sakit, tertekan, dan menderita. Dia akan berkata pada dirinya : " The show must go on "
* Kalau kita sedang sedih, jangan abaikan kesedihan itu. Penderitaan haruslah dinikmati, maka penderitaan itu akan menjadi kenikmatan. Dan kitapun akan dapat mengerti maksud dan tujuan dari penderitaan itu datang kepada kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar