MEMBENTUK PENCITRAAN DIRI PEMIMPIN
Populis salah satu cara untuk pencitraan diri, dapat dilakukan dengan mencontoh seperti hukum pasar, titik beratnya adalah dengan membuat kemasan secara menarik mungkin.
Bagaimana dengan pencitraan diri, ada beberapa tips yang bisa dilakukan diantaranya adalah :
Kapabilitas kandidat seperti kapabilitas pemikiran, moral, karisma, intelektuial, stamina fisik pengalaman karir calon dan empati.
Kualifikasi Kepemimpinan Nasional Sebagai berikut:
1. Paham akan hakikat dan realitas pluralisme bangsa, sebagai bagian dasar dari nilai-nilai dasar Keindonesiaan –sebagaimana terkandung dalam Pancasila (Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan-kesatuan, musyawarah/demokrasi, keadilan sosial).
2. Memiliki kemampuan untuk mengembangkan sikap toleransi, obyektif, serta adil dalam memandang hakikat pluralisme tersebut. Karena itulah dibutuhkan wawasan kebangsaan (wawasan nusantara) dan nasionalisme yang tinggi. Mengembangkan sikap moderat, tidak primordial-ekstrim. Pemimpin demikian memiliki visi kebangsaan yang didasari oleh realitas pluralisme demi masa depan bangsa yang maju dan harmonis.
3. Mampu berkomunikasi dengan semua kelompok yang ada dalam masyarakat yang pluralis tersebut, dengan penuh empati dan penghormatan atas realitas perbedaan yang ada. Sebaliknya, tidak bersikap primordial dan mengembangkan sikap permusuhan.
4. Mampu mengembangkan iklim yang kondusif bagi terwujudnya dinamika kehidupan yang harmonis di tengah-tengah realitas pluralisme yang ada –khususnya melaui penciptaan iklim dialog dan keterbukaan.
5. Mampu menyelesaikan konflik-konflik yang berkembang dalam masyarakat plural, di mana seorang pemimpin bertindak sebagai mediator (penengah) yang adil, obyektif dan solutif. Dalam konteks ini pula, pemimpin tersebut harus tegas dalam penegakan hukum dan mampu bersikap adil.
Secara umum pemimpin yang hadir di tengah masyarakat yang plural harus bersikap adil-obyektif, tanpa membeda-bedakan eksistensi kelompok-kelompok atau elemen-elemen pluralisme dalam masyarakat. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana ia mampu menghasilkan kebijakan-kebijakan yang benar-benar berhasil mengangkat kondisi masyarakat menjadi lebih baik keadilan dan kesejahteraan berjalan dengan baik, dan dirasakan semua pihak.
Bagaimana dengan pencitraan diri, ada beberapa tips yang bisa dilakukan diantaranya adalah :
Kapabilitas kandidat seperti kapabilitas pemikiran, moral, karisma, intelektuial, stamina fisik pengalaman karir calon dan empati.
Kualifikasi Kepemimpinan Nasional Sebagai berikut:
1. Paham akan hakikat dan realitas pluralisme bangsa, sebagai bagian dasar dari nilai-nilai dasar Keindonesiaan –sebagaimana terkandung dalam Pancasila (Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan-kesatuan, musyawarah/demokrasi, keadilan sosial).
2. Memiliki kemampuan untuk mengembangkan sikap toleransi, obyektif, serta adil dalam memandang hakikat pluralisme tersebut. Karena itulah dibutuhkan wawasan kebangsaan (wawasan nusantara) dan nasionalisme yang tinggi. Mengembangkan sikap moderat, tidak primordial-ekstrim. Pemimpin demikian memiliki visi kebangsaan yang didasari oleh realitas pluralisme demi masa depan bangsa yang maju dan harmonis.
3. Mampu berkomunikasi dengan semua kelompok yang ada dalam masyarakat yang pluralis tersebut, dengan penuh empati dan penghormatan atas realitas perbedaan yang ada. Sebaliknya, tidak bersikap primordial dan mengembangkan sikap permusuhan.
4. Mampu mengembangkan iklim yang kondusif bagi terwujudnya dinamika kehidupan yang harmonis di tengah-tengah realitas pluralisme yang ada –khususnya melaui penciptaan iklim dialog dan keterbukaan.
5. Mampu menyelesaikan konflik-konflik yang berkembang dalam masyarakat plural, di mana seorang pemimpin bertindak sebagai mediator (penengah) yang adil, obyektif dan solutif. Dalam konteks ini pula, pemimpin tersebut harus tegas dalam penegakan hukum dan mampu bersikap adil.
Secara umum pemimpin yang hadir di tengah masyarakat yang plural harus bersikap adil-obyektif, tanpa membeda-bedakan eksistensi kelompok-kelompok atau elemen-elemen pluralisme dalam masyarakat. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana ia mampu menghasilkan kebijakan-kebijakan yang benar-benar berhasil mengangkat kondisi masyarakat menjadi lebih baik keadilan dan kesejahteraan berjalan dengan baik, dan dirasakan semua pihak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar