BAGAIMANA ia menyiasati PERUBAHAN.....?
’..............tidak ada di dunia ini yang abadi kecuali perubahan...jika diri pribadi tidak berubah baik secara internal dan eksternal dalam seluruh aspek kehidupan maka diri pribadi akan diubah oleh lingkungan dengan cepat..............’, demikian prinsip hidupnya.
Oleh : Ir. Setiaji, MKom
Ia sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan berhati-hati karena harga dirinya dipertanyakan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang telah dimiliki untuk memandang secara positif.
Berbagai pengalaman perubahan ia dapatkan ketika dalam bimbingan keluarga, sekolah, masyarakat dan agamanya, Hal itu ia peroleh dengan berbagai cara diantaranya adalah hukuman, hadiah, usaha, kontrak, aturan. Tetapi munculnya keinginan perubahan diri pribadi disaat ia mulai bekerja, saat itu ia mulai mempunyai banyak ’mimpi’ kemudian ia fokuskan pada keinginan yang sangat kuat untuk mewujudkannya. Setiap kesempatan ia cenderung melakukan suatu usaha untuk melakukan perubahan-perubahan mulai dari diri pribadi yang bersifat kecil-kecil dan segera.
Agamanya menganjurkan agar umat manusia untuk terus melakukan hijrah untuk menjadikan kehidupan lebih baik dalam arti meningkatkan kualitas hidup baru dan tidak bertahan pada kualitas hidup lama supaya hidup lebih baik.
’..................jamane jaman edan, yen ora edan ora keduman......’ kata-kata pujangga Mbah Ronggowarsito ini ia implementasikan dalam pengertian ’edan kebaikan’ , harapannya akan menjadikan contoh diri, pemimpin dan lingkungan yang baik.
Kekuatan pribadi, keinginan dan impian baik diperoleh dengan adanya mimpi dalam pribadi seseorang, untuk memperoleh mimpi tidak berarti harus tidur terus......., perubahan diperoleh dengan membangun prosesi yang kuat untuk ’seandainya memulai’. Diri pribadi berusaha dengan kuat untuk mendekatkan pengandaian tersebut sebagai cita-cita. Dalam prakteknya terkadang ia tanpa menurunkan cita-cita yang tinggi tetapi dengan meningkatkan kualitas dan dalam perubahan yang ada hanya sebuah ujian bukan halangan.
Perubahan adalah proses pembelajaran yang dapat diukur kecepatannya dalam mewujudkannya baik secara internal dan eksternal secara sukses. Proses pembelajaran diawali dengan melihat, berfikir dan kemudian melakukan tindakan secara inovatif dan kreatif. Perubahan dimulai dari diri, kepemimpinan dan lingkungan yang biasanya berupa ’gunung batu’. Dalam prosesnya biasanya tidak sepenuhnya melihat masa lalu, tetapi sekarang dan yang akan datang.
Iapun berusaha memperoleh pembelajaran dengan melihat film-film Bunda Theresia, raja kartu, proses bayi berjalan, belajar alam, guru baru sma berandalan, asuransi mobil, wartawan tempo, double stir mobil. Dari film yang ia lihat ia dapatkan berbagai pengalaman semangat untuk melakukan perubahan.
Perubahan dapat berarti mengulang kebiasaan baik untuk diulangi, misalnya kebiasaan berhubungan dengan orang banyak, ’rejeki baik diperoleh dari teman baik dan milik orang baik’. Cara perubahan dilakukan dengan mengulang kebiasaan baik yang berdampak pada ’kelihatan’,’dikenal’, ’diangkat’, dan ’dipilih’. Untuk meraih kebiasaan baik secara sukses diperlukan usaha dan waktu kesempatan yang baik.
Pelajaran 16 :
Menghargai diri sendiri membuat kita lebih menghargai hidup, waktu, dan sesama dengan begitu apa yang keluar dari dari diri kita tak lain hanyalah senantiasa untuk semangat berbuat baik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar